Sejarah

Sejarah

s141000036_1703161841000_00001

SEJARAH RADIOLOGI UNIVERSITAS AIRLANGGA

Beberapa tahun setelah kemerdekaan Republik Indonesia, Prof. Siwabessy selaku pimpinan bagian Radiologi RS Cipto Mangunkusumo Jakarta (beliau menggantikan Prof. dr. Johannes yang sakit dan meninggal saat berobat ke negeri Belanda) membantu mengupayakan pengiriman beberapa dokter Indonesia untuk memperdalam ilmu radiologi ke luar negeri, antara lain ke Amerika Serikat yakni dr. Sjahriar Rasad, dr. Asmino, dr. Gani Ilyas, dr. Sumartono, dr. Sukonto, dr. Dradjat, dr Lim Tok Djien dan dr. Tan Tjin Joe.

Pada saat Prof. Siwabessy diangkat menjadi Menteri Kesehatan inilah terjadi perkembangan bidang radiologi yang sangat berarti dengan dipasangnya peralatan radiologi dan radioterapi di luar jakarta, antara lain di Surabaya. Dr. Asmino lalu ditugaskan ke Surabaya, dr. Sumartono ke Bandung, dr. Dradjat ditugaskan ke Semarang dan dr. Tan Tjin Joe ke Medan. Sementara dr. Lim Tok Djien memilih menetap di Amerika Serikat, setelah selama beberapa tahun bermukim di Jakarta.

Beberapa tahun kemudian Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia- RS Cipto Mangunkusumo mendidik sendiri spesialis radiologi dengan lulusan pertama antara lain Prof.Sudarmo, Prof. Nurlela Budjang dan Prof. Darwin Arsyaad. Prof Darwin Arsyaad selanjutnya bertugas di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang sampai akhir hayatnya.

Sementara itu di RSUD Dr. Soetomo sebelum kedatangan dr. Asmino pada tahun 1967 telah ada pelayanan radiologi yang dipimpin oleh dr. Gaffar yang kemudian memilih mengabdikan diri di RS. Darmo sampai wafatnya.

Mengikuti jejak bagian radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo di Jakarta,  Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya juga mendidik spesialis radiologi sendiri, dengan lulusannya antara lain dr. Setiono Diran dan dr. RH Sandi,Alm.. Para spesialis radiologi angkatan awal ini selanjutnya dikirim ke luar negeri untuk mengikuti pendidikan post graduate (ke Kanada, Jerman dll)

Untuk meningkatkan mutu pendidikan spesialis radiologi dibentuklah semacam National Board Examination yang disebut Majelis Penguji Ahli Radiologi Indonesia ( MPARI) yang merupakan badan penguji bidang ilmu kedokteran yang pertama kali di Indonesia dan mempunyai 2 pusat pendidikan yakni Jakarta dan Surabaya

Para lulusan pertama produk MPARI ini adalah dr. Amin Nurhadi (anggota TNI AL), peserta dari Jakarta, diikuti kemudian oleh dr. Moch. Soebagyo Singgih dan dr. Benny Huwae dari Surabaya tahun 1971 dan selanjutkan dr. M. Djakaria. Peserta didik di Surabaya setelah dr. Moch Soebagyo Singgih dan dr. Benny Huwae adalah dr. In.Sudira dan dr. Sukotjo.

Setalah kepemimpinan Prof Asmino, Kepala bagian Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dijabat berturut-turut oleh Prof.dr.Benny Huwae,Sp.Rad(K), Prof.Moch.Soebagyo Singgih,Sp.Rad(K),Alm., dr. Mashar Oesman,Sp.Rad(K), Prof.dr.Sugiarto Suwitodiharjo, SpRad (K)Onk.Rad, Prof.dr.Chunadi Ermanta, Sp.Rad(K),Alm., dan dr.Budi Laraswati,Sp.Rad(K)

Pendidikan dokter spesialis radiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga terus mengalami perkembangan baik dari segi jumlah pengajar maupun peserta didik yang menunjukkan tendensi meningkat dari tahun ke tahun.